BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 26 April 2013

PENELITIAN ILMIAH STUDI KELAYAKAN BISNIS ( NASI GORENG 77)


NAMA : RISKI SURAKHMAN
NPM : 16210042
KELAS : 3EA19
 


    BAB I
        PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG

Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simple dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan dari pada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal.
Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai usaha. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu dan takut gagal. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko berbisnis adalah untung atau rugi. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal dari pada gagal mencoba.
Pada saat ini banyak orang yang baru menyadari betapa pentingnya “nasi” bagi tubuh kita dan juga kesehatan kita. Nasi yang berbahan dasar Karbohidrat ini sangat berguna bagi tubuh kita, mulai dari sebagai sumber energy utama bagi tubuh. Gagasan Ide dari latar belakang usaha ini adalah untuk mencari peluang usaha di kalangan masyarakat terutama diwilayah sekolah, maupun perumahan - perumahan. Dan Karena usaha yang dijalani adalah seluruh jenis makananya terbuat dari bahan dasar “Nasi” yang dibuat secara sedarhana dan tingkat rasa yang spektakuler. Produk ini diminati oleh banyak kalangan seperti : orang tua, pelajar, mahasiswa, remaja, karena harganya relatif murah, sehat, higienis dan terjangkau sesuai dengan kantong saku kita. Selain itu kami tidak hanya menyediakan satu jenis makanan tetapi kami memiliki jenis olahan makanan dari bahan dasar “nasi” ini. Oleh karena itu kami ingin membuat suatu usaha yang memberikan laba atau keuntungan juga memberikan manfaat bisnis serta membantu kami dalam perekonomian yang sulit.


1.2 Rumusan dan Batasan masalah
Awalnya dalam usaha ini produk kami sangat sulit untuk dikenalkan kepada masyarakat, karena produk usaha ini sudah banyak dijalankan oleh banyak orang dan banyak yang berpendapat usaha ini dari segi cita rasanya relative kurang lezat bahkan hanya pas – pas an. Tapi bagi usaha kami membuat sesuatu yang berbeda, menarik, dan unik.
Contoh permusan masalah :
a. Seberapa lezat produk anda ?
b. bagaimanakah tanggapan masyarakat tentang produk anda ?
c. Seberapa antusiasnya masyarakat terhadap produk anda ?
d. Seberpa tinggi tingkat kepuasan konsumen ?
1.3 Tujuan Penelitian
Penelitian ini bertujuan untuk :
·         mengetahui faktor – faktor yang menyebabkan terjadinya penurunan pendapatan ?
·         menentukan langkah – langkah yang dapat dilakukan guna mengatasi peningkatan produk cacat ?
1.4 Manfaat Penelitian
Peneltian ini diharapkan dapat memberikan manfaat untuk semua pihak yang bersangkutan dalam penelitian ini baik manfaat secara praktis maupun secara teoritis.
A. Manfaat Teoritis
1. Bagi Peneliti
Penelitian ini dapat menambah pengetahuan dari wawasan mengenai pemasaran, serta untuk memperoleh pegalaman menganalisis Struktur pasar.
2. Bagi Pembaca
Dapat memberikan informasi secara tertulis maupun sebagai referensi mengenai pemasaran.
B. Manfaat Teoritis
1. Bagi Jurusan S1 Manajemen, hasil penelitian ini dapat memberikan sumbangan pemikiran studi pemasaran dan keuangan.
1.5 Metode Penelitian
1.5.1 Objek Penelitian
Nama                         : Nasi Goreng
Tempat                       : Perum. Tridaya Nuansa
              Jl. Kelapa Kopyor 3 Blok DA1 No.5 Tridaya-Bekasi
                                      Tambun – Selatan
1.5.2  Data / Variabel

A. Aspek manajemen Usaha Nasi Goreng 
Bisnis ini dimiliki bersama dengan sistem bagi modal dan dikelola secara bersama-sama dan tiap orang mempunyai tugas masing-masing, misalkan dari 5 orang
3 orang bertugas membuat masakan dan penyajiannya, 2 orang bertugas mencari bahan masakan, mengantar pesanan dan melakukan perekrutan tenaga kerja apabila membutuhkan.
B. Aspek Pemasaran 
a) Target Pasar
Yang bekerja sepanjang tahun atau selama bisnis itu hidup adalah pemasaran, keuangan dan administrasi. Target pasar adalah seluruh kalangan masyarakat yang ingin berefisien waktu dan tenaga.
b) Konsep pemasaran
konsep pemasran terdiri dari 4 elemen (Product+Price+Place+Promotion). Untuk produk, Anda mesti mensurvai para pesaing-pesaing Anda. Langkah berikutnya, bertanya kepada diri kita sendiri untuk maju selangkah lebih maju. Misalnya, dengan melakukan inovasi. Contoh, bagaimana caranya membuat nasi goreng kita beda dan terlihat lebih unik serta kalau bisa catering murah.

c) Produk dan penetapan Harga
Untuk menetapkan harga kita perlu melakukan riset dan membandingkannya dengan strategi harga kita. Tidak jarang harga kita terlalu mahal sedikit karena harga produksinya naik. Tetapi tetep kita tidak akan mengurangi sedikitpun dari segi cita rasa produknya tetap lezat, enak, dan sepektakuler.
d) Distribusi dan Promosi
Salah satu cara untuk promosi adalah dengan menawarkan harga miring untuk setiap menu masakan.
C. Aspek Operasional Usaha Nasi Goreng
Masalah-masalah teknis yang menyangkut seluk – beluk pekerjaan perlu dipersiapkan rapi. Mulai menghitung kemampuan diri, keterampilan yang dimiliki yang menyangkut bidang pekerjaan itu.
D. Kiat-Kiat Pengelolaan Usaha Nasi Goreng
Apa yang menjadi kunci sukses bisnis? Punya Visi, Rencana Matang, Rencana usaha diperlukan untuk perlindungan bisnis kita. Kita perlu memiliki wawasan yang luas, dan tiap masalah minimal telah kita periksa
E. Aspek Keuangan Usaha Nasi Goreng
Pada aspek keuangan ini yang tentunya modal usaha yang dibutuhkan kita juga harus di hitung secara matang dan terperinci dengan menganalisa Proyeksi Keuangan 1 bulan, Kas, Perlengkapan, Peralatan, rata - rata Pendapatan perhari, Laporan Laba /Rugi dan biaya2 lain.
1.5.3  Metode Pengumpulan Data
Didalam melakukan pengumpulan data informasi, peneliti mengambil contoh sample produk usaha yang akan peneliti jalankan, melalui buku masak – masakan, melalui media seperti : televise, Koran, dan lain – lain.


1.5.4  Alat Analisis yang digunakan
Peneliti didalam mencapai tujuan penelitian menggunakan beberapa alat analisis yang dapat digunakan, yaitu : Table, Grafik, Diagram, Keuntungan hasil penjualan, dan lain – lain.

4.1  Aspek Manajemen
Usaha nasi goreng ini didirikan oleh Bapak Slamet Yaitul Ikhlas, yang kemudian dilimpahkan kepada anaknya Riski Surakhman yang sekarang  bertindak sebagai pemimpin atau penanggung jawab di usaha produk tersebut. Dalam menjalankan usaha ini Riski dibantu oleh 3 orang pekerja atau karyawan. Disini juga Riski bertugas sebagai pembuat laporan keuangan yang nantinya akan dilaporkan kepada bapaknya selaku pemilik usaha jasa tersebut.
4.2  Aspek Ekonomi dan Sosial
Dampak dari berdirinya usaha ini yaitu para warga sekitar lingkungan, dan para penduduk sekitar dekat usaha ini berdiri yang ada di sekitar wilayah Tridaya Indah 4 Jl. Semangka Blok B5 No.4 Tambun – Selatan, Bekasi. Tidak usaha kesulitan lagi apabila kelaparan karena kami menyediakan produk yang berbeda dengan produk yang lain dijamin anda tidak akan menyesal membeli produk kami. Seandainya produk kami kurang enak maka biaya pembelian semua akan kami kembalikan karena sebelum usaha ini didirikan kami sudah menanamkan prinsip dalam usaha, kami harus memuaskan konsumen terhadapat produk kami ini, apabila konsumen tidak menyukai produk kami, maka pemilik usaha akan mengembalikan semua biaya pembelian produk. Usaha barang ini juga memberikan lapangan pekerjaan bagi teman-teman Riski sendiri ataupun pihak luar yang punya kemampuan memasak nasi goreng.
4.3  Aspek Teknis dan Operasi
Pihak Usaha Keluarga Nasi Goreng 77 dalam melayani konsumen dimulai dari jam 18.00-23.00.

A.    RENCANA PENGEMBANGAN
a.      Evaluasi Lokasi
Lokasi yang akan kami pilih untuk mendirikan bangunan sebagai tempat usaha keluarga nasi goreng 77 adalah di perumahan Tridaya Indah 4 Jl. Semangka Blok B5 No.4 Tambun – Selatan, Bekasi
b.      Sarana dan Prasarana
·         Sarana yang akan kami gunakan untuk menunjang kegiatan usaha kami adalah dengan memanfatkan : Machine Teller, Toilet, Kipas angin, Meja Kursi, Tempat parkir,dan lain-lain.
·         Sedangkan untuk prasarananya kami menggunakan gedung seluas 250 m2 untuk .
c. Tenaga Ahli dan Tenaga Biasa
Tenaga ahli yang kami pekerjakan untuk menunjang kelancaran usaha kami adalah tenaga ahli dalam memasak, keuangan, produksi dan sdm serta teknisi sarana dan prasarana pendukung usaha. Sedangkan untuk tenaga biasa yang kami gunakan adalah cleaning service.
d. Bahan – bahan Utama
Bahan utama yang digunakan dalam menjalankan usaha keluarga “Nasi Goreng 77” antara lain : Beras dengan kualitas yang baik yang berkualitas, bumbu rahasi keluarga.
e.      Bangunan dan Tata Letak Bangunan
Berkaitan dengan bangunan dan tata letak bangunan, akan didirikan di atas tanah seluah 72 m2 dimana luas tanah untuk bangunan 52m2, dan 20m2 untuk tempat parkir. Untuk luas bangunan adalah 75 dengan 1 lantai. Tata letak bangunan antara lain bangunan utama sebagai tempat berjualan, tempat parkir, kasir, dan toilet. 
B.     RENCANA PENGOPRASIAN USAHA
a.      Proses Operasi Usaha
Proses operasi usaha meliputi rencana penjualan, rencana persediaan produk, penjadwalan pegawai dan penggajian, pengawasan kualitas, dan pengawasan biaya penjualan dan pemesanan.
b.      Kebutuhan Bahan Operasi
Kebutuhan bahan operasi usaha keluarga nasi goreng kami dikelola oleh masing masing manajer dan nantinya dikoordinasikan dengan pimpinan mengenai kebutuhan bahan operasi yang meliputi pendanaan, jumlah produk dan kegiatan pemasaran.

4.4  Aspek Keuangan
A.   Analisa Payback Period
Rumus :
                                   nilai investasi       
Payback Period =                                 x  1 tahun
                                  kas masuk bersih           

B.     Analisa Studi Kelayakan N.P.V
NPV = (Cash In Flow thn pertama * DF) + (Cash In flow thn kedua * DF) – PV. Outlays

  1. Analisa IRR
r           = P1-C1 P2-P1
                        C2-C1
  1. Profitability Indeks (PI)
PI ini yaitu perbandingan antara nilai penerimaan kas bersih dimasa yang akan datang dengan nilai investasi yang sekarang.
Karena kadang approach PV mengubah hasil kedalam nilai PI,  maka nilai PI bisa dihiting dengan cara :
PI = PV. Proceed                   
PI =                            
 PV. Outlays               










 KESIMPULAN

. Latar Belakang Usaha Nasi Goreng
Pada saat ini banyak orang yang ingin membuat acara atau kegiatan secara simpel dan efisien. Contohnya dalam hal penyiapan makanan dan hidangan. Biasanya mereka lebih memilih untuk memesan makanan dari pada membuatnya sendiri dengan alasan pertimbangan waktu dan tenaga walaupun memang sedikit mahal.
Dalam memulai usaha dalam bidang apapun, maka yang pertama kali harus diketahui adalah peluang pasar dan bagaimana menggaet order, Bagaimana peluang pasar yang hendak kita masuki dalam bisnis kita dan bagaimana cara memperoleh order tersebut. Yang kedua adalah kita harus mampu menganalisa keunggulan dan kelemahan pesaing kita dan sejauh mana kemampuan kita untuk bersaing dengan mereka baik dari sisi harga, pelayanan maupun kualitas. Yang ketiga adalah persiapkan mental dan keberanian memulai. Singkirkan hambatan psikologis rasa malu, takut gagal dan perang batin antara berkeinginan dan keraguan. Jangan lupa harus siap menghadapi resiko, dimana resiko bisnis adalah untung atau rugi. Semakin besar untungnya maka resikonya pun semakin besar. Yang terpenting adalah berani mencoba dan memulai. Lebih baik mencoba tetapi gagal dari pada gagal mencoba. Selain itu ada beberapa aspek yang harus di perhatihan, di antaranya aspek manajeman, aspek pemasaran, aspek operasional,kiat pengelolaan usaha serta aspek keuangan.


Selasa, 26 Maret 2013

MATERI PARAGRAF INDUKTIF



NAMA       : RISKI  SURAKHMAN
NPM          : 16210042
KELAS      : 3EA19

MATERI  PARAGRAF

A.    Pengertian Paragraf
Paragraf merupakan bagian dari telaah wacana dalam bahasa Indonesia. Penalaran dalam paragraph sebuah bacaan dapat berpola deduktif dan induktif. Penalaran induktif adalah proses penalaran yang bertolak dari peristiwa yang sifatnya khusus menuju pertanyaan umum.
Paragraf induktif dikembangkan dari sesuatu yang bersifat khusus, lebih spesifik, menjadi suatukesimpulan yang bersifat umum, lebih luas.Atau juga dapat diartikan, suatu paragraf yang kalimatutamanya berada di akhir paragraf kemudian diikuti oleh kalimat penjelas.

Ciri-ciri paragraph induktif :
  1. Letak kalimat utama  di akhir paragraph.
  2. Diawali dari penjelasan khusus kemudian diakhiri dengan penjelsaan umum.
  3. Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
  4. Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
  5. Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
  6. Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
  7. Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
  8. Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
  9. Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa-peristiwa khusus
  10. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasan utama
B.     Paragraf Generalisasi merupakan proses penalaran yang bertolak dari sejumlah fakta atau gejala khusus yang diamati lalu ditarik kesimpulan umum tentang sebagian atau seluruh gejala yang diamati itu. Secara umum, generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diamati. Didalam pengembangan karangan, generalisasi perlu ditunjang atau dibuktikan dengan fakta-fakta, contoh-contoh, data statistic, dan sebagainya yang merupakan spesifikasi penjelasan lebih lanjut.

C.    Paragraf Analogi merupakan proses penalaran yang berdasarkan pada pembagian dan terhadap sejumlah gejala khusus yang memiliki kesamaan, kemudian ditarik kesimpulan.

D.   Paragraf Sebab Akibat merupakan penalaran yang dimulai dengan mengemukakan fakta yang berupa sebab dan sampai pada kesimpulan yang merupakan akibat.

E.    Contoh pertama Paragraf Induktif  :

Sejak suaminya meninggal dunia dua tahun yang lalu, Ny. Ahmad sering sakit. Setiap bulan ia pergi ke dokter memeriksa sakitnya. Harta peninggalan suaminya semakin menipis untuk membeli obat dan biaya pemeriksaan, serta untuk biaya hidup sehari-hari bersama tiga orang anaknya yang masih sekolah. Anak yang tetua dan adiknya masih kuliah di sebuah perguruan tinggi swasta, sedangkan yang nomor tiga masih duduk di bangku SMA. Sungguh berat beban hidupnya.

Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diakhir paragraf (Induktif), yaitu Sungguh berat beban hidupnya.

F.     Contoh ke – dua paragraf induktif :

Di era zaman globalisasi ini, banyak orang yang memiliki sepeda motor. Itu disebabkan, karena sekarang mereka bisa memiliki sepeda motor dengan cepat dan mudah. Agar tidak datang terlambat, banyak orang yang berangkat bekerja dengan mengendarai sepeda motor. Bahkan anak sekolah pun tidak mau kalah. Mereka berangkat ke sekolah memilih mengendarai sepeda motor. Dari pada naik sepeda biasa ataupun angkutan umum. Begitu juga dengan ibu-ibu. Untuk pergi ke pasar saja, mereka menggunakan sepeda motor. Hal ini menunjukkan bahwa sekarang sepeda motor dianggap sebagai barang yang sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari.

Gagasan utama paragraf tersebut terdapat diakhir paragraf (Induktif), yaitu sepeda motor dianggap sebagai barang yang sangatlah penting dalam kehidupan sehari-hari.

Minggu, 25 November 2012

PERILAKU KONSUMEN


PENGARUH SITUASI KONSUMEN

Pengaruh Situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek. Situasi Konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.

Dengan adanya kualitas pelayanan yang baik di dalam suatu perusahaan, akan menciptakan kepuasan bagi para konsumennya. Setelah konsumen merasa puas dengan produk atau jasa yang diterimanya, konsumen akan membandingkan pelayanan yang diberikan. Apabila konsumen merasa benar-benar puas, mereka akan membeli ulang serta memberi rekomendasi kepada orang lain untuk membeli di tempat yang sama.

Pengaruh Situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek (Engel, et.al ,1994) . Situasi Konsumen adalan faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu (Mowen dan Minor 1998)
Pengaruh situasi dapat dipandang sebagai pengaruh yang timbul dari faktor yang khusus untuk waktu dan tempat yang spesifik yang lepas dari karakteristik konsumen dan karakteristik obyek. Situasi konsumen adalah faktor lingkungan sementara yang menyebabkan suatu situasi dimana  perilaku konsumen muncul pada waktu tertentu dan tempat tertentu.

Ada lima karakteristik situasi konsumen yaitu:
  1. Lingkungan fisik

Sarana fisik yang menggambarkan situasi konsumen yang meliputi: lokasi, dekorasi, aroma, cahaya, cuaca dan objek fisik lainnya yang ada di sekeliling konsumen.


  1. Lingkungan Sosial

Kehadiran dan ketidakhadiran orang lain pada situasi tersebut.
  1. Waktu

Waktu atau saat perilaku muncul (jam, hari, musim libur, bulan puasa, tahun baru). Waktu mungkin diukur secara subjektif berdasarkan situasi konsumen, misal kapan terakhir kali membeli biskuit. Arti kapan terakhir kali akan berbeda antar konsumen.
  1. Tujuan

Tujuan yang ingin dicapai pada suatu situasi. Konsumen yang belanja untuk hadiah akan menghadapi situasi berbeda dibandingkan belanja untuk kebutuhan sendiri.

  1. Suasana Hati

Suasana hati atau kondisi jiwa sesaat (misalnya perasaan khawatir, tergesagesa, sedih, marah) yang dibawa pada suatu situasi

A.   Jenis-jenis situasi konsumen
1.    SITUASI KOMUNIKASI

Situasi Komunikasi adalah suasana atau lingkungan dimana konsumen
memperoleh informasi atau melakukan komunikasi
Konsumen mungkin memperoleh informasi melalui : Komunikasi Lisan dengan teman, kerabat, tenaga penjual, atau wiraniaga.
Komunikasi non pribadi, seperti iklan TV, radio, internet, koran, majalah, poster, billboard, brosur, leaflet dsb. Informasi diperoleh langsung dari toko melalui promos penjualan, pengumuman di rak dan di depan toko.



2.    SITUASI PEMBELIAN

Situasi Pembelian adalah lingkungan atau suasana yang dialami/dihadapi konsumen ketika membeli produk dan jasa. Situasi pembelian akan mempengaruhi pembelian Misal: Ketika Konsumen berada di bandara, ia mungkin akan bersedia membayar sekaleng Coke berapa saja harganya ketika haus. Sebaliknya, jika ia berbelanja Coke di swalayan dan mendapatkan harganya relatif lebih mahal, ia mungkin sangat sensitif terhadap harga. Konsumen tsb mungkin akan menunda pembelian Coke dan mencari di tempat lain

3.    SITUASI PEMAKAIAN

Situasi Pemakaian disebut juga situasi penggunaan produk dan jasa merupakan situasi atau suasana ketika konsumsi terjadi. Konsumen seringkali memilih suatu produk karena pertimbangan dari situasi konsumsi. Misal: Konsumen Muslim sering memakai kopiah dan pakaian takwa pada saat sholat atau pada acara keagamaan. Kebaya akan dipakai kaum wanita pada acara pernikahan atau acara resmi lainya, dan jarang digunakan untuk pergi bekerja Para Produsen sering menggunakan konsep situasi pemakaian dalam memasarkan produknya, produk sering diposisikan sebagai produk untuk digunakan pada situasi pemakaian tertentu. Misalnya, ada pakaian resmi untuk ke pesta, pakaian olahraga, pakaian untuk kerja, pakaian untuk santai dan berolahraga.