BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

Jumat, 11 Oktober 2013

NAMA  : RISKI SURAKHMAN
NPM     : 16210042
KELAS : 4EA19


ETIKA BISNIS 

POSTING 1

Kata etika, seringkali disebut pula dengan kata etik, atau ethics (bahasa Inggris), mengandung banyak pengertian. Dari segi etimologi (asal kata), istilah etikaberasal dari kata Latin “Ethicos” yang berarti kebiasaan. Dengan demikian menurutpengertian yang asli, yang dikatakan baik itu apabila sesuai dengan kebiasaan masyarakat. Kemudian lambat laun pengertian ini berubah, bahwa etika adalah suatu ilmu yang mebicarakan masalah perbuatan atau tingkah laku manusia, mana yang dapat dinilai baik dan mana yang dapat dinilai tidak baik.
Etika juga disebut ilmu normative, maka dengan sendirinya berisi ketentuan-ketentuan (norma-norma) dan nilai-nilai yang dapat digunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Etika merupakan cabang filsafat yang mempelajari pandangan-pandangan dan persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan, dan kadang-kadang orang memakai filsafat etika, filsafat moral atau filsafat susila. Dengan demikian dapat dikatakan, etika ialah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban-kewajiban manusia dan hal-hal yang baik dan buruk. Etika adalah penyelidikan filsafat bidang moral. Etika tidak membahas keadaan manusia, melainkan membahas bagaimana seharusnya manusia itu berlaku benar. Etika juga merupakan filsafat praxis manusia. etika adalah cabang dari aksiologi, yaitu ilmu tentang nilai, yang menitikberatkan pada pencarian salah dan benar dalam pengertian lain tentang moral.
Etika dapat dibedakan menjadi tiga macam:
1.

etika sebagai ilmu, yang merupakan kumpulan tentang kebajikan, tentang penilaian perbuatan seseorang.
2.

etika dalam arti perbuatan, yaitu perbuatan kebajikan. Misalnya, seseorang dikatakan etis apabila orang tersebut telah berbuat kebajikan.
3.

etika sebagai filsafat, yang mempelajari pandangan-pandangan, persoalan-persoalan yang berhubungan dengan masalah kesusilaan.
Kita juga sering mendengar istilah descriptive ethics, normative ethics, danphilosophy ethics.
a.

Descriptive ethics, ialah gambaran atau lukisan tentang etika.
b.

Normative ethics, ialah norma-norma tertentu tentang etika agar seorang dapat dikatakan bermoral.
c.

Philosophy ethics, ialah etika sebagai filsafat, yang menyelidiki kebenaran.
Etika sebagai filsafat, berarti mencari keterangan yang benar, mencari ukuran-ukuran yang baik dan yang buruk bagi tingkah laku manusia. Serta mencari norma-norma, ukuran-ukuran mana susial itu, tindakan manakah yang paling dianggap baik.Dalam filsafat, masalah baik dan buruk (good and evil) dibicarakan dalam etika.
Tugas etika tidak lain berusaha untuk hal yang baik dan yang dikatakan buruk. Sedangkan tujuan etika, agar setiap manusia mengetahui dan menjalankan perilaku, sebab perilaku yang baik bukan saja bagi dirinya saja, tetapi juga penting bagi orang lain, masyarakat, bangsa dan Negara, dan yang terpenting bagi Tuhan yang Maha Esa.
Dalam kamus besar bahasa Indonesia terbitan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1988), etika dirumuskan dalam tiga arti, yaitu;
1.

Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).
2.

Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3.

Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.
Bertens mengemukakan bahwa urutan tiga arti tersebut kurang kena, sebaiknya arti ketiga ditempatkan didepan karena lebih mendasar daripada yang pertama, dan rumusannya juga bisa dipertajam lagi.
Dengan demikian, menurut Bertens tiga arti etika dapat dirumuskan sebagai berikut:
1.

Etika dipakai dalam arti: nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pegangan seseorang atau suatu kelompok dalam mengatur tingkah lakunya. Arti ini disebut juga sebagai “system nilai” dalam hidup manusia perseorangan atau hidup bermasyarakat. Misalnya etika orang jawa, etika agama Buddha.
2.

Etika dipakai dalam arti: kumpulan asas atau nilai moral. Yang dimaksud disini adalah kode etik. Misalnya, Kode Etik Advokat Indonesia.
3.

Etika dipakai dalam arti: ilmu tentang yang baik dan yang buruk. Arti etika disini sama dengan filsafat moral.
Dihubungkan dengan Etika Profesi Sekretaris, etika dalam arti pertama dan kedua adalah relevan karena kedua arti tersebut berkenaan dengan perilaku seseorang atau sekelompok profesi sekretaris.
Misalnya sekretaris tidak bermoral, artinya perbuatan sekretaris itu melanggar nilai-nilai dan norma-norma moral yang berlaku dalam kelompok sekretaris tersebut.Dihubungkan dengan arti kedua, Etika Profesi Sekretaris berarti Kode Etik Profesi Sekretaris.
Pengertian etika juga dikemukakan oleh Sumaryono (1995), menurut beliauetika berasal dati istilah Yunani ethos yang mempunyai arti adapt-istiadat atau kebiasaan yang baik. Bertolak dari pengertian tersebut, etika berkembang menjadi study tentang kebiasaan manusia berdasarkan kesepakatan menurut ruang dan waktu yang berbeda, yang menggambarkan perangai manusia dalam kehidupan manusia pada umumnya. Selain itu, etika juga berkembang menjadi studi tentang kebenaran dan ketidakbenaran berdasarkan kodrat manusia yang diwujudkan melalui kehendakmanusia. Berdasarkan perkembangan arti tadi, etika dapat dibedakan antara etika perangai dan etika moral.
Contoh dari etika
Etika Pribadi. Misalnya seorang yang berhasil dibidang usaha (wiraswasta) dan menjadi seseorang yang kaya raya (jutawan). Ia disibukkan dengan usahanya sehinnga ia lupa akan diri pribadinya sebagai hamba Tuhan. Ia mempergunakan untuk keperluan-keperluan hal-hal yang tidak terpuji dimata masyarakat (mabuk-mabukan, suka mengganggu ketentraman keluarga orang lain). Dari segi usaha iamemang berhasil mengembangkan usahanya sehinnga ia menjadi jutawan, tetapi ia tidak berhasil dalam emngembangkan etika pribadinya.
Etika Sosial. Misalnya seorang pejabat pemerintah (Negara) dipercaya untuk mengelola uang negara. Uang milik Negara berasal dari rakyat dan untuk rakyat.Pejabat tersebut ternyata melakukan penggelapan uang Negara utnuk kepentingan pribadinya, dan tidak dapat mempertanggungjawabkan uang yang dipakainya itu kepada pemerintah. Perbuatan pejabat tersebut adalah perbuatan yang merusak etika social.
Moral
Moral merupakan pengetahuan yang menyangkut budi pekerti manusia yang beradab. Moral juga berarti ajaran yang baik dan buruk perbuatan dan kelakuan (akhlak). Moralisasi, berarti uraian (pandangan, ajaran) tentang perbuatan dan kelakuan yang baik. Demoralisasi, berarti kerusakan moral.
Menurut asal katanya “moral” dari kata mores dari bahasa Latin, kemudian diterjemahkan menjadi “aturan kesusilaan”. Dalam bahasa sehari-hari, yang dimaksud dengan kesusilaan bukan mores, tetapi petunjuk-petunjuk untuk kehidupan sopan santun dan tidak cabul. Jadi, moral adalah aturan kesusilaan, yang meliputi semua norma kelakuan, perbuatan tingkah laku yang baik. Kata susila berasal daribahasa Sansekerta, su artinya “lebih baik”, sila berarti “dasar-dasar”, prinsip-prinsip atau peraturan-peraturan hidup. Jadi susila berarti peraturan-peraturan hidup yang lebih baik.
Pengertian moral dibedakan dengan pengertian kelaziman, meskipun dalam praktek kehidupan sehari-hari kedua pengertian itu tidak jelas batas-batasnya.Kelaziman adalah kebiasaan yang baik tanpa pikiran panjang dianggap baik, layak, sopan santun, tata krama, dsb. Jadi, kelaziman itu merupakan norma-norma yang diikuti tanpa berpikir panjang dianggap baik, yang berdasarkan kebiasaan atau tradisi.
Moral juga dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:
1.

Moral murni, yaitu moral yang terdapat pada setiap manusia, sebagai suatu pengejawantahan dari pancaran Ilahi. Moral murni disebut juga hati nurani.
2.

Moral terapan, adalah moral yang didapat dari ajaran pelbagai ajaran filosofis, agama, adat, yang menguasai pemutaran manusia.
Setelah kita mengetahui tentang etika dan moral, bagaimanakah hubungan antara etika dan moral tersebut?
Moral adalah kepahaman atau pengertian mengenai hal yang baik dan hal yang tidak baik. Sedangkan etika adalah tingkah laku manusia, baik mental maupun fisik mengenai hal-hal yang sesuai dengan moral itu.
Etika adalah penyelidikan filosofis mengenai kewajiban manusia serta hal yang baik dan yang tidak baik. Bidang inilah yang selanjutnya disebut bidang moral.
Objek etika adalah pernyataan-pernyataan moral. Oleh karena itu, etika bisa juga dikatakan  sebagai filsafat tentang bidang moral. Etika tidak mempersoalkan keadaan manusia, melainkan bagaimana manusia harus bertindak.
Etika moral berkenaan dengan kebiasaan berperilaku yang baik dan benar berdasarkan kodrat manusia. Apabila etika ini dilanggar timbullah kejahatan, yaituperbuatan yang tidak baik dan tidak benar. Kebiasaan ini berasal dari kodrat manusia yang disebut moral.
Contoh etika moral:
1.

berkata dan berbuat jujur
2.

menghargai hak orang lain
3.

menghormati orangtua dan guru
4.

membela kebenaran dan keadilan
5.

menyantuni anak yatim/piatu
Moralitas
Kata Moral berasal dari kata latin “mos” yang berarti kebiasaan. Moralberasal dari Bahasa Latin yaitu Moralitas adalah istilah manusia menyebut ke manusia atau orang lainnya dalam tindakan yang mempunyai nilai positif. Manusia yang tidak memiliki moral disebut amoral artinya dia tidak bermoral dan tidak memiliki nilai positif di mata manusia lainnya. Moral secara ekplisit adalah hal-hal yang berhubungan dengan proses sosialisasi individu tanpa moral manusia tidak bisa melakukan proses sosialisasi.
Moral dalam zaman sekarang mempunyai nilai implisit karena banyak orang yang mempunyai moral atau sikap amoral itu dari sudut pandang yang sempit. Moral itu sifat dasar yang diajarkan di sekolah-sekolah dan manusia harus mempunyai moral jika ia ingin dihormati oleh sesamanya.
Moral adalah nilai ke-absolutan dalam kehidupan bermasyarakat secara utuh.Penilaian terhadap moral diukur dari kebudayaan masyarakat setempat. Moral adalah perbuatan/tingkah laku/ucapan seseorang dalam berinteraksi dengan manusia. apabilayang dilakukan seseorang itu sesuai dengan nilai rasa yang berlaku di masyarakat tersebut dan dapat diterima serta menyenangkan lingkungan masyarakatnya, makaorang itu dinilai mempunyai moral yang baik, begitu juga sebaliknya. Moral adalah produk dari budaya dan Agama.
Moral juga dapat diartikan sebagai sikap, perilaku, tindakan, kelakuan yang dilakukan seseorang pada saat mencoba melakukan sesuatu berdasarkan pengalaman, tafsiran, suara hati, serta nasihat, dll.
Menurut Immanuel Kant, moralitas adalah hal kenyakinan dan sikap batin dan bukan hal sekedar penyesuaian dengan aturan dari luar, entah itu aturan hukum negara, agama atau adat-istiadat. Selanjutnya dikatakan bahwa, kriteria mutu moral seseorang adalah hal kesetiaannya pada hatinya sendiri.
Moralitas adalah pelaksanaan kewajiban karena hormat terhadap hukum, sedangkan hukum itu sendiri tertulis dalam hati manusia. Dengan kata lain, moralitas adalah tekad untuk mengikuti apa yang dalam hati disadari sebagai kewajiban mutlak.
Adapun pengertian moral dalam kamus filsafat dapat dijabarkan sebagai berikut:
a.

Menyangkut kegiatan-kegiatan yang dipandang baik atau buruk, benar atau salah, tepat atau tidak tepat.
b.

Sesuai dengan kaidah-kaidah yang diterima, menyangkut apa yang dianggap benar, baik, adil dan pantas.
c.

Memiliki:
i)

Kemampuan untuk diarahkan oleh (dipengaruhi oleh) keinsyafan benar atau salah.
ii)

Kemampuan untuk mengarahkan (mempengaruhi) orang lain sesuai dengan kaidah-kaidah perilaku nilai benar dan salah.
d.

Menyangkut cara seseorang bertingkah laku dalam berhubungan dengan orang lain.

Contoh moralitas
Jadi ada dua hal di sini :
1.

Moralitas sosial akan terus berubah sesuai perubahan evolusi masyarakat dan peradaban, Contoh : adat makan dan minum akan berubah sesuai perkembangan masyarakat.
2.

Moralitas pribadi itu primordial dan merupakan realitas alam semesta, melekat pada kepribadian. Moralitas pribadi itu ada dari semula, pada semua pribadi, tidak dihasilkan dari evolusi.
Peran dan manfaat etika
1.

Peran dan manfaat etika (Ketut Rinjin, 2004 melalui Sjafri Mangkuprawira, 2006) yaitu :
Manusia hidup dalam jajaran norma moral, religius, hukum, kesopanan, adat istiadat dan permainan. Oleh karena itu, manusia harus siap mengorbankan sedikit kebebasannya.
2.

Norma moral memberikan kebebasan bagi manusia untuk bertindak sesuai dengan kesadaran akan tanggung jawabnya = human act, dan bukan an act of man. Menaati norma moral berarti menaati diri sendiri, sehingga manusia menjadi otonom dan bukan heteronom.
3.

Sekalipun sudah ada norma hukum, etika tetap diperlukan karena norma hukum tidak menjangkau wilayah abu-abu, norma hukum cepat ketuinggalan zaman, sehingga sering terdapat celah-celah hukum, norma hukum sering tidak mampu mendeteksi dampak secara etis dikemudian hari, etika mempersyaratkan pemahaman dan kepedulian tentang kejujuran, keadilan dan prosedur yang wajar terhadap manusia, dan masyarakat, asas legalitas harustunduk pada asas moralitas.
4.

Manfaat etika adalah mengajak orang bersikap kritis dan rasional dalam mengambil keputusan secara otonom, mengarahkan perkembangan masyarakat menuju suasana yang tertib, teratur, damai dan sejahtera.
5.

Perlu diwaspadai nahwa ”power tend to corrupt”, ”the end justifies the means” serta pimpinan ala Machiavellian, yang galak seperti singa dan licin seperti belut.
Kesadaran moral
Kesadaran moral di dasarkan atas nilai-nilai yang benar-benar esensial, fundamental. Perilaku manusia yang berdasarkan atas kesadaran moral, perilaku akanselalu direalisasikan sebagaimana yang seharusnya, kapan saja dan di mana saja. Tindakannya berdasarkan atas kesadaran, bukan berdasarkan pada suatu kekuasaanapa pun dan juda bukan karena paksaan, tetapi berdasarkan “kekuasaan” kesadaran moral itu sendiri.
Etika normative
ideologi
Ideologi merupakan cerminan cara berfikir orang atau masyarakat yang sekaligus membentuk orang atau masyarakat itu menuju cita-cita yang mereka inginkan. Ideologi merupakan sesuatu yang dihayati dan diresapi menjadi suatu keyakinan. Ideologi merupakan suatu pilihan yang jelas membawa komitmen (keterikatan) untuk mewujudkannya. Semakin mendalam kesadaran ideologis seseorang, maka akan semakin tinggi pula komitmennya untuk melaksanakannya.
Komitmen itu tercermin dalam sikap seseorang yang meyakini ideologinya sebagai ketentuan yang mengikat, yang harus ditaati dalam kehidupannya, baik dalam kehidupan pribadi ataupun masyarakat. Ideologi berintikan seperangkat nilai yang bersifat menyeluruh dan mendalam yang dimiliki dan dipegang oleh seseorang atau suatu masyarakat sebagai wawasan atau pandangan hidup mereka. Melalui rangkaiannilai itu mereka mengetahui bagaimana cara yang paling baik, yaitu secara moral atau normatif dianggap benar dan adil, dalam bersikap dan bertingkah laku untuk memelihara, mempertahankan, membangun kehidupan duniawi bersama dengan berbagai dimensinya. Pengertian yang demikian itu juga dapat dikembangkan untuk masyarakat yang lebih luas, yaitu masyarakat bangsa.
Teleologi
dari kata Yunani, telos = tujuan, Mengukur baik buruknya suatu tindakan berdasarkan tujuan yang mau dicapai dengan tindakan itu, atau berdasarkan akibat yang ditimbulkan oleh tindakan itu.
Dua aliran etika teleology
1.

EgoismeEtis
2.

Utilitarianisme
3.

Egoisme Etis
Inti pandangan egoisme adalah bahwa tindakan dari setiap orang pada dasarnyabertujuan untuk mengejar pribadi dan memajukan dirinya sendiri.
Utilitarianisme
berasal dari bahasa latin utilis yang berarti “bermanfaat”.
Menurut teori ini suatu perbuatan adalah baik jika membawa manfaat, tapi manfaat itu harus menyangkut bukan saja satu dua orang melainkan masyarakat sebagai keseluruhan.
Contoh : kewajiban untuk menepati janji
hak asasi
Hak Asasi Manusiaadalah seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Kuasa dan merupakananugerah-Nya yang wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum, Pemerintah dan setiap orang, demi kehormatan serta perlindungan harkat dan martabat manusia (Pasal 1 angka 1 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM dan UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan
HAM
Pelanggaran Hak Asasi Manusiaadalah setiap perbuatan seseoarang atau kelompok orang termasuk aparat negara baik disengaja maupun tidak disengaja atau kelalaian yang secara melawan hukum mengurangi, membatasi dan atau mencabut Hak Asasi Manusia seseorang atau kelompok orang yang dijamin oleh Undang-undang, dan tidak mendapatkan atau dikhawatirkan tidak akan memperoleh penyelesaian hukumyang adil dan benar berdasarkan mekanisme hukum yang berlaku (Pasal 1 angka 6 UU No. 39 Tahun 1999 tentang HAM).
Teori keutamaan
Memandang sikap atau akhlak seseorang. Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Teori relatif
Menurut TEORI RELATIF bahwa memidana bukanlah untuk memuaskan tuntutan absolut dan keadilan. Pembalasan itu sendiri tidak mempunyai nilai, tetapi hanya sebagai sarana untuk melindungi kepentingan masyarakat
Teori etika dan agama
Dalam tradisi filsafat istilah “etika” lazim difahami sebagai suatu teori ilmu pengetahuan yang mendiskusikan mengenai apa yang baik dan apa yang burukberkenaan dengan perilaku manusia. Dengan kata lain, etika merupakan usaha dengan akal budinya untuk menyusun teori mengenai penyelenggaraan hidup yang baik. Persoalan etika muncul ketika moralitas seseorang atau suatu masyarakat mulai ditinjau kembali secara kritis.
Moralitas berkenaan dengan tingkah laku yang konkrit, sedangkan etika bekerja dalam level teori. Nilai-nilai etis yang difahami, diyakini, dan berusaha diwujudkan dalam kehidupan nyata kadangkala disebut ethos.
Sebagai cabang pemikiran filsafat, etika bisa dibedakan manjadi dua: objektivisme dan subjektivisme. Yang pertama berpandangan bahwa nilai kebaikan suatu tindakan bersifat objektif, terletak pada substansi tindakan itu sendiri. Faham ini melahirkan apa yang disebut faham rasionalisme dalam etika.
Suatu tindakan disebut baik, kata faham ini, bukan karena kita senang melakukannya, atau karena sejalan dengan kehendak masyarakat, melainkan semata keputusan rasionalisme universal yang mendesak kita untuk berbuat begitu. Tokoh utama pendukung aliran ini ialah Immanuel Kant, sedangkan dalam Islam pada batas tertentu ialah aliran Muitazilah.

SUMBER:

Selasa, 11 Juni 2013

Kisah Persahabatan Tasya



Hari ini adalah hari diumumkannya nilai UTS 2 alias Ulangan Tengah Semester 2. Semua siswa dari kelas 10 – 12 langsung berlari menuju papan pengumuman untuk melihat nilai mereka yang memang sengaja di pasang di papan pengumuman. Seperti halnya Arin dan Chacha yang ikut-ikutan menyerbu sebuah papan yang lumayan besar dan terletak disamping ruang guru itu.
“Hah, jelek sekali nilaiku. Mengapa aku bisa mendapat nilai sejelek itu” keluh Arin setelah melihat nilai-nilai yang menurutnya itu adalah nilai yang buruk.
“Seharusnya kamu bersyukur Rin, rata-rata nilai mu bisa mencapai 8 koma bahkan hampir sembilan. Coba deh liat punyaku aku hanya mendapat nilai pas rata-rata” kata Chacha
“iya aku tau itu tapi kamu juga lihat deh nilainya Bella, itu sangat bagus berata-rata 9, aku gak nyangka aja aku bisa kalah sama orang kayak dia” balas Arin nada kecewa
“Selalu saja kamu membandingkan nilaimu sama Bella, apa kamu tidak capek tiap hari kamu Cuma mikirin bagaimana cara supaya kamu bisa menang darinya. Bella tuh hebat kayaknya juga gak mungkin deh kamu bisa melawannya, kemarin-kemarin aja kamu selalu kalah darinya” kata Chacha tenang
“hey Cha! Kamu kok bicara seperti itu sih? Sepertinya kamu meremehkan aku. Lihat saja Cha aku gak mungkin kalah darinya aku pasti bisa menang darinya liat aja nanti aku yakin aku bisa mengalahkannya!” ucap Arin tegas dan pergi meninggalkan Chacaha, sahabatnya.

Arin berjalan menuju kelas, di tengah jalan tepatnya tangga jalan menuju kelasnya dia melihat ada segerombolan teman Bella dan juga Bella.
“Hah sialan mengapa itu makhluk ada disitu!” batin Arin dan memilih untuk tidak jadi ke kelas
“ARIN” panggil seseorang menghentikan langkah Arin
“Bagaimana? Kau puas dengan hasilnya?” tanyanya kemudian
“heh, jangan besar kepala dulu kamu! Kamu kira karena hal ini aku akan menyerah begitu saja? Hah itu gak akan terjadi!” balas Arin
“hah, baguslah aku suka sikapmu yang gak gampang nyerah dan aku tunggu ucapanmu!” kata Bella dan membalikkan badan kemudian melangkah pergi.
“hah! Dasar cewek usek!!!” teriak Arin, setelah melihat Bella sudah jauh darinya

Setelah kejadian itu Arin jadi semakin giat belajar, dia jadi jarang meluangkan waktunya untuk bermain sama sahabatnya (Chacha). Dalam hati dan pikirannya hanya ada satu tujuan yaitu tidak mau kalah dengan Bella. Apalagi bulan-bulan ini akan diadakan TUC alias Tes Uji Coba menghadapi ujian nasional.
“Ke kantin yuk Rin!” ajak Chacha,” nggak ah Cha, aku mau ke perpus aja” balas Arin
“hah! sekarang kamu berubah banget sih Rin, Cuma ke kantin aja gak mau” kata Chacha kesal
“ya, maafin aku deh Cha, kamu kan tau bentar lagi ujian dan aku harus belajar untuknya”
“iya tapi gak begitu juga caranya, belajar emang penting tapi akukan juga mau main ma kamu, mau bercanda sama kamu mau cerita sama kamu. Apa kamu sudah lupa sahabatmu sendiri?” ucapnya hampir nangis
“bukan itu maksudku, aku kan Cuma mau nyiapin buat UN aja,” balas Arin merasa bersalah
“hah, kamu emang sudah berubah Rin, aku benci kamu!” teriak Chacha dan langsung berlari keluar kelas
“Cha!” panggil Arin brmaksud mencegah Chacha keluar namun sepertinya percuma saja dia berteriak karena Chacaha pun sudah berlari jauh darinya.

Arin pun langsung mencari sahabatnya itu, dia ingin meminta maaf atas kesalahannya.
“Kasian banget ya kamu, Cuma mau belajar buat nyiapin UN aja sampai lupa sama sahabat sendiri” kata Bella
“Apa sih kau? Tak usah ikut campur urusanku! Kamu persiapkan aja dirimu buat UN besok!” balas Arin sengak dan langsung berlari mencari Chacha.

Arin terus mencari-cari Chacha, dia mencari di setiap sudut sekolah namun nampaknya Chacha sangat susah dicari hingga membuat Arin sedikit menyerah. Kini dia berdiri di dekat taman sekolah, taman yang berada di belakang sekolah itu dia melihat ada dua orang manusia sedang duduk berjajar di bangku taman.
“bukankah itu Chacha? Sama siapa dia?” tanya Arin lirih dan sedikit berjalan mengendap, mendekati dua manusia itu.
“Hah? Itukan Rio?” batin Arin, dengan kedua tangannya dia menutupi muka yang terlihat sangat terkejut itu dan sedikit membalikkan badan.
“Apa aku tak salah melihat?” batin Arin masih terlihat syok dan kembali menoleh ke arah dua orang yang berjajar di bangku itu.
“hah? aku tak percaya ini?!” ucapnya sedikit keras dan langsung berlari meninggalkan pemandangan yang mambuatnya syok.
Teriakannya membuat Chacha dan teman disampingnya alias Rio menengok ke arah suara Arin namun mereka tak mendapati sosok pemilik suara itu.

Arin berlari menuju kelasnya sambil meneteskan bulir-bulir air mata.
Bella yang melihat Arin seperti itu langsung mengikutinya dan mengintipnya.
“Ada apa ini? Mengapa semua jadi begini?” keluh Arin lirih dan terus berusaha menahan butiran bening yang akan jatuh membasahi pipi bakwannya.
Dikejauhan Bella melihat Arin dengan raut muka kasihan namun tak berani mendekat dan memilih pergi dan sebelum pergi dia melempari sebuah kertas kecil ke arah Arin.
“Kau tak perlu menangisi orang yang tak pernah memikirkanmu karena itu akan sia-sia saja” ucap Arin, membaca kertas kecil lusuh itu. Diapun langsung menengok ke semua penjuru kelas untuk memastikan siapa orang yang telah melempari kertas itu. Namun sepertinya dia tak menemukan orang tersebut dan dengan sadar dia langsung mengusap air matanya yang telah membanjiri muka bulatnya.

Beberapa hari setelah itu terdengar kabar bahwa Rio telah menembak Chacha. Arin pun terkejut mendengarnya. Bagaimana tidak? Selama ini Arin lah yang telah menyukai Rio tetapi kenapa Chacha lah yang sekarang menjadi pacar Rio. Arin sangat merasa kecewa dengan Chacha, pikiran buruk pun terus mendatangi pikiran Arin sampai membuatnya tidak konsen dalam menghadapi ujian.
Di perpustakaan sekolah Arin tengah berdiam diri sambil membaca buku. Tapi dari matanya terlihat kalau dia tengah melamun.
“Hai kau! Rajin sekali, istirahat gini baca buku” kata Bella, memecahkan lamunan Arin.
“hah kau Bell, ngapain kamu kesini?” tanya Arin sedikit merasa terkejut
“gak papa cuma liat sainganku aja yang lagi sibuk baca buku tapi gak taunya malah melamun” balas Bella bermaksud menyindir
“apa kau bilang? Siapa yang melamun jangan sok tau kamu,” bantah Arin
“siapa yang sok tau? orang kenyataan kok, heh bagaimana kamu mau menyaingi aku kalau kamu aja Cuma pegang buku doang tanpa di baca!” tegas Bella
“hah, jangan sombong kamu! Kamu memang hebat dan mungkin aku memang gak bakalan bisa menyaingimu” kata Arin sedikit lesu
“hah! Baru kali ini aku melihat musuh menyerah pada keadaan begitu aja tanpa berusaha lebih gigih lagi!” ledek Bella
“apa maksudmu?” tanya Arin muka polos
“kau pikir saja sendiri” ucap Bella dan melangkah pergi
“hah apa maksudnya?” tanya Arin lirih
“oh ya dan ingat, hidup itu butuh perjuangan dan usaha keras jangan menyerah begitu saja karena ada suatu masalah kecil yang datang” pesan Bella dan langsung berlalu.
Arin terdiam dalam bangku perpus dengan sedikit memikirkan ucapan Bella. Tak lama kemudian bel pun berbunyi, tanda dimulainya pelajaran.

Dalam langkah menuju kelas Arin bertemu Chacha di tengah jalan. Saat bertemu keduanya langsung terpaku tanpa ada sepatah kata yang keluar dari mulut keduanya. Langkah Chacha pun yang akhirnya menyadarkan kebisuan mereka.
“Tunggu Cha!” teriak Arin kemudian
Langkah Chacha pun terhenti,
“Cha, maafin aku, aku gak bisa terus-terusan diam kayak gini sama kamu” sambungnya
Chacha masih diam dan akan melangkah lagi,
“Tunggu Cha, tolong dengerin aku dulu” pinta Arin,
Langkah Chacha terhenti lagi,
“Aku tau selama ini aku salah, aku terlalu sibuk dengan ambisiku untuk menyaingi Bella sampai-sampai aku tidak memperdulikanmu, maafin aku Cha!” ucap Arin memohon
“Sudahlah Rin tak perlu kau meminta maaf padaku, lanjutkan saja ambisimu itu dan biarkan kita hidup sendiri-sendiri aja, mungkin inilah yang terbaik untuk kita lagipula aku kini telah menemukan seseorang yang bisa menemani hariku” balas Chacha
“apa itu Rio?” tanya Arin
“Iya orang itu Rio, gak papa kan aku sekarang jadi temen deketnya Rio lagipula kau kan juga sudah tak memikirkannya lagi bukan?” tegas Chacha
Arin terkejut mendengar jawaban Chacha yang seakan kini tak memperdulikan perasaannya, namun dalam pikirannya pun dia mengalah karena mungkin dengan cara inilah sahabatnya alias Chacha akan menjadi bahagia dan tak kesepian lagi. Tapi bagaimana dengan perasaannya kepada Rio? Arin pun mencoba melupakan karena kini dia telah menjadi milik sahabat yang amat disayanginya.
“mengapa kau diam? kau tak rela Rio menjadi pacarku?” tanya Chacha kemudian
“aku rela Rio jadi milikmu, asalkan itu bisa membuatmu bahagia apapun akan kulakukan” jawab Arin sedikit gagap
“iya baguslah, kau memang mantan sahabat yang baik,” ucap Chacha dan melanjutkan langkahnya lagi
“hikshikshiks… bukan ini yang aku harapakan Cha, gak papa Rio jadi milikmu tapi tetaplah menjadi sahabatku dan jangan meninggalkanku” ucapnya lirih dan menangis tersedu-sedu.
Dari kejauhan Bella mengintip mereka, rasa iba pun terlihat dari matanya yang berkaca-kaca.

Hari demi hari pun mulai berganti hingga kini hari H pun tiba, hari dimana seluruh sekolah di Indonesia mengadakan Ujian bagi kelas tiga SMA/SMK. Hari-hari setelah percakapan antara Arin dan Chacha pun menjadi akhir percakapan antara keduanya. Semenjak itu keduanya saling diam dan menjauh. Dalam hati kecil Arin pun sangat sedih dan menginginkan persahabatan itu bersatu lagi. Berbagai upaya pun telah dilakukan oleh Arin untuk menyatukan persahabatan mereka namun apalah daya mungkin Chacha memang sudah tak mengharapkan bersatunya persahabatan yang telah dibangunnya bersama selama 5 tahun itu. Chacha pun nampak bahagia sekarang bersama Rio dan kawan barunya sedangkan Arin pun mencoba menerima perpisahan ini.
Usai melaksanakan UN kini mereka dihadapkan pada sebuah pernyataan yang menunjukkan hasil mereka selama bersekolah di SMA ini.
Semua siswa sangat tegang begitu pula para orangtua atau wali murid yang tak kalah cemas akan hasil sanak saudaranya itu.
“Aku pasrah dengan nilaiku nanti, kalaupun jelek aku akan menerimanya mungkin itulah aku yang tak bisa mengalahkannya namun bila itu bagus aku pasti akan merasa jauh lebih bahagia” batin Arin
“aku akan menerima kalau nilaiku di bawah ataupun setara sekalian dengan Arin karena itu pasti akan jauh lebih bahagia untukku” batin Bella pula

Pengumuman pun segera diserahkan kepada para murid.
Saat akan membuka surat resmi itu berbagai doa dan harapan dicurahkan oleh Arin.
“Alhamdullillah…” ucapnya dan langsung menangis dipelukan sang Ibu
Kemudian datang Bella,
“hai Rin, selamat ya nilai kamu bagus banget. Kini aku telah mengerti kalau kamu pun sulit untuk di kalahkan!” ucap Bella dengan mata yang berkaca-kaca.
Tanpa basa-basi Arin langsung memeluk Bella erat-erat. Setelah itu melepaskannya.
“aku sangat berterima kasih padamu, andai kamu tak menjadi musuhku pasti aku takkan bisa mendapat nilai sebaik ini” kata Arin
“Maafkan aku Rin, selama ini aku salah. Gara-gara aku kamu jadi berpisah dengan sahabatmu” ucap Bella, air mata pun tak bisa dibendungnya lagi.
“Kau tak salah, aku malah berterimakasih padamu, kau adalah musuh yang baik dan karena musuh sebaik kamulah aku jadi bisa bangkit dan terus berusaha untuk terus menunjukkan kepada semua orang kalau aku ini bisa menjadi yang terbaik” tegas Arin, diapun tak kuasa menahan haru sehingga butiran lembut keluar dari kedua matanya.
Pada dasarnya semua manusia itu baik

Cerpen Karangan: Ririh Rakati Rigarimas